Sambutan Dekan

Assalamu‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

        Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 50 tahun 2013, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN)  Tulungagung alih status menjadi IAIN Tulungagung. Keputusan itu berimplikasi kepada berbagai hal yang  berkaitan dengan pengelolaan, kelembagaan, disiplin ilmu dan pengembangan IAIN Tulungagung. Dari sisi  kelembagaan, IAIN Tulungagung  memiliki empat Fakultas dan 33 Jurusan untuk program sarjana (S1), 10    Program Studi untuk program magister (S2), dan 2 Program Studi untuk program doktor (S3).

Dari bidang kajian keilmuan, dulu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Tulungagung (STAIN) kebanyakan hanya  menawarkan prodi-prodi pendidikan Islam sebagai penekanannya, tetapi sekarang, jurusan yang ditawarkan  juga semakin banyak, tidak hanya jurusan yang berhubungan dengan kajian ilmu-ilmu sosial keagamaan, tetapi  juga ilmu-ilmu eksak. Tentu saja pengembangan dari sisi muatan materi keilmuan sudah jauh berbeda dengan  sewaktu hanya sekolah tinggi. Jumlah jurusan yang sedemikian banyak di 4 (empat) fakultas adalah dalam  rangka merespon kebutuhan akan pendidikan keagamaan tingkat tinggi dari masyarakat muslim Indonesia.   Secara khusus, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (FASIH) memiliki 3 jurusan, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah), Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsyiyyah), dan Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah).

Sebagai  fakultas yang menekuni bidang hukum, tiga jurusan yang ada di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung adalah: Pertama,Jurusan Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah). Jurusan ini merupakan katagori jurusan yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasinal Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nilai B. Jurusan HES ini ditawarkan kepada masyarakat akademis untuk menciptakan lulusan yang mempunyai kompetensi sebagai konsultan hukum di lembaga keuangan, baik lembaga keuangan konvensional maupun lembaga keuangan syariah, Dewan Pengawas Syariah (DPS), panitera, hakim, advokat, dan peneliti hukum ekonomi syariah.

Kedua, Jurusan Hukum Keluarga Islam (Ahwal al-Syakhsiyyah) yang Terakreditasi A. Jurusan ini merupakan jurusan yang menyiapkan sumber daya manusia dalam bidang hukum Islam yang memiliki kompetensi menjadi hakim, panitera, advokat, penghulu, pegawai di Kementrian Agama (Kemenag), praktisi lajnah falakiyah, konsultan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), konsultan keluarga, dan pengurus Majelis Ulama Indonesia.

Ketiga, Jurusan Hukum Tata Negara (Siyasah Syar’iyyah). Jurusan ini merupakan jurusan yang menekuni bidang hukum tata negara yang menyiapkan lulusannya mempunyai kompetensi menjadi hakim, jaksa, panitera, advokat, mediator, konsultan hukum, legal officer dan legal drafter.

Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum sebagai bagian dari IAIN Tulungagung, selain mengembangkan disiplin ilmu, juga melakukan perluasan kerjasama dengan pihak-pihak lain yang berkaitan dengan pemberdayaan dan pengembangan kompetensi mahasiswa, sehingga para mahasiswa ini ketika lulus nanti memang benar-benar mumpuni dalam bidangnya, sesuai dengan visi Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum “Unggul di bidang ilmu syariah dan hukum yang berkarakter islami, bermartabat, dan professional di kancah nasional pada tahun 2022”.

Kerjasama tersebut terwujud dengan beberapa lembaga non-struktural sebagai tempat mengakomodasi para alumni dalam melakukan kreativitas dan mengekspresikan skillnya dalam bidang hukum Islam, di antaranya: 1). Badan Penyuluhan, Konsultasi dan Bantuan Hukum(BPKBH) yang berkolaborasi dengan Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) bertempat di IAIN Tulungagung dan Pengadilan Agama (PA) di empat kabupaten, yaitu Kabupaten Tulungagung, Kediri, Trenggalek, dan Blitar, yang melakukan advokasi bagi masyarakat di pengadilan, baik Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri. 2). Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI), sebuah lembaga yang menyelenggarakan program-program advokasi sebagai ikatan para alumni Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, dan pengacara yang praktik di Pengadilan Agama maupun Pengadilan Negeri. 3) Mahkamah Konstitusi. 4). Pemerintah Daerah. 5). Kejaksaan Negeri Tulungagung. 6). Perhimpunan Advokad Indonesia (PERADI). 7). KODIM dan POLRES Tulungagung. 8). DPRD Tulungagung, dan 9). Ikatan Notaris se eks-karesidenan Kediri.

Berdasar atas hal tersebut, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung berusaha untuk memberikan bekal kemampuan kepada mahasiswa agar dapat melakukan perubahan (agent of change), pengembangan (agent of development), dan inovasi (agent of innovation) dalam meningkatkan mutu para sarjananya. Juga merespon secara riil terhadap pertumbuhan lembaga-lembaga hukum di Indonesia yang membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi di bidang hukum Islam dan hukum positif pada jenjang sarjana. Oleh karena itu, keberadaan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung diharapkan akan mampu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan handal dalam bidang Hukum Islam dan hukum positif. []

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

Dekan,

 

 

Dr. H. Ahmad Muhtadi Anshor, M.Ag.