Sambutan Dekan

Al-Salamu ’Alaikum wa Rahmah Allahu wa Barakatuhu.

      Berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 50 tahun 2013, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) menjadi  IAIN Tulungagung. Artinya keputusan itu berimplikasi kepada berbagai hal berkaitan dengan pengelolaan, kelembagaan, disiplin ilmu dan pengembangan bagi IAIN Tulungagung. Dari sisi kelembagaan IAIN Tulungagung  terdiri dari empat Fakultas dan 14 Jurusan Strata satu (S1) dan 6 Jurusan strata dua (S2).

                 Dari bidang kajian keilmuan, dulu sekolah tinggi  Agama Islam Negeri Tulungagung (STAIN) kebanyakan hanya menawarkan prodi-prodi  pendidikan Islam sebagai penekanannya, tetapi sekarang, jurusan yang ditawarkan juga semakin luas, tentunya masih berhubungan dengan kajian ilmu-ilmu social keagamaan. Walapun demikian, pengembangan dari sisi muatan materi keilmuan sudah jauh berbeda dengan sewaktu hanya sekolah tinggi. Tiap-tiap fakultas di IAIN Tulungagung sekarang mulai berlomba-lomba membuka jurusan baru, dalam rangka merespon kebutuhan akan pendidikan keagamaan tingkat tinggi dari masyarakat Muslim Indonesia. Misalnya di Fakultas syari’ah yang dulu hanya dua jurusan sekarang sudah di buka jurusan zakat dan wakaf. Di Fakultas Tarbiyah dan ilmu kependidikan di buka prodi Baru managemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Guru Raudlatul Athfal(PGRA). Dan menyusul jurusan Komunikasi dan penyiaran Islam(KPI), Sastra Arab di Fakultas Usuludin Adab dan Dakwah, dan Jurusan Akuntansi Syari’ah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.

                Sebagai  lembaga yang menekuni bidang hokum Islam dan hokum Positif, Fakultas syari’ah dan Ilmu Hukum IAIN Tulungagung, menawarkan beberapa jurusan, yaitu: A). Jurusan Hukum Ekonomi Syari’ah (muamalah). Jurusan ini merupakan katagori jurusan yang terakreditasi Badan Akreditasi Nasinal Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan Nilai B. Jurusan HES ini ditawarkan kepada masyarakat akademis untuk menciptakan lulusan-lulusan yang mempunyai kompetensi sebagai Konsultan Hukum di Lembaga Keuangan, bai lembaga keuangan konvensional maupun lembaga keuangan Syari’ah. Dewan Pengawas Syari’ah (DPS), Panitera, Hakim, Advokat, pemikir ataupun peneliti hukum Ekonomi Syari’ah. Juga bisa masuk di kementrian Agama, perbankan Syari’ah, pemerintah Daerah, pengurus di Majlis Ulama Indonesia (MUI), para da’i dalam bidang Hukum Islam dan sebagainya.

                 B). Jurusan Hukum Keluarga (Ahwal Syakhsiyah/Hukum Perdata Islam) Terakreditasi B. Jurusan ini merupakan lembaga akademik untuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam bidang hukum Islam yang menekuni profesi, Hakim, Panitera, Advokat, Penghulu, pegawai di Kementrian Agama (Kemenag), Praktisi lajnah Falakiyah, Konsultan Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Konsultan Keluarga, pegawai di pemerintah daerah, Pengurus Majlis Ulama Indonesia dan lain-lain.

                 C). Jurusan Zakat dan Wakaf (ZAWA).  Jurusan ini merupakan pegembangan dari Fakultas syari’ah dan Ilmu Hukum berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jendral Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kementrian Agama RI tahun 2014. Jurusan ini menekuni dalam bidang hukum atau managemen zakat dan Wakaf. Maka sarjana yang tamat dari jurusan ini akan berprofesi sebagai manager Bazis, Lazis, ahli dalam pengelolaan zakat, wakaf, infaq, shadaqah, Pembimbing haji, praktisi Hukum (advokat), pegawai kementerian Agama (Kemenag), Pemerintah Daerah dan lain-lain.

 Fakultas Syari’ah sebagai bagian dari IAIN Tulungagung, selain mengembangkan disiplin ilmu dengan membuka Jurusan baru, juga dilakukan perluasan kerjasama dengan pihak-pihak yang berkaitan dengan pemberdayaan mahasiswa dan Alumni di Fakultas syari’ah. Sehingga para mahasiswa atau alumni ketika masuk di Fakultas ini, memang benar-benar mumpuni dalam bidangnya, sesuai dengan Visi Fakltas syari’ah dan ilmu Hukum “ Menjadi Fakultas Syari’ah termuka dalam menghasilkan lulusan di bidang Hukum Islam yang memiliki Kemantapan Akidah, beraklak mulia, kompetitif, berwawasan luas, dan mampu mengembangkan ilmu-ilmu hukum Islam sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya dengan memegang teguh demokrasi dan nilai-nilai kemanusiaan”.

Realisasi kerjasama tersebut terwujud beberapa lembaga non structural, diantaranya 1. Fakultas Syari’ah juga mempunyai lembaga Non Struktural sebagai tempat mengakomodasi para alumni dalam melakukan kreativitas dan mengekspresikan skill-nya dalam bidang hukum Islam. Di antaranya, a). Badan Penyuluhan, Konsultasi dan Bantuan Hukum (BPKBH) yang berkolaborasi dengan Pusat Bantuan Hukum (Posbakum) bertempat di IAIN Tulungagung dan Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Tulungagung.Yang melakukan advokasi(kepengacaraan) bagi masyarakat di pengadilan, baik pengadilan agama atau Pengadilan Negeri.  B). Badan Amil Zakat. Sebagai langkah awal lembaga ini mengkoordinir zakat dan Infaq para karyawan dan Dosen IAIN Tulungagung serta masyarakat Muslim di sekitarnya. Dengan adannya lembaga ini para mahasiswa akan dapat memperoleh pengalaman bekerja di lembaga Keuangan syari’ah, disamping yang sudah ada di stake holder-stake holder yang mengadakan kerjasama dengan IAIN Tulungagung. C). Lembaga Keuangan Syari’ah (LKS), di antaranya kerjasama dengan Bank-Bank Syari’ah, Baitul Mal wa Tamwil (BMT), Koperasi Syari’ah dan lain-lain. D). Asosiasi Pengacara Syari’ah (APSI). Sebuah lembaga yang menyelenggarakan program-program advokasi sebagai ikatan para alumni Fakultas syari’ah dan pengacara yang praktik di pengadilan Agama maupun pengadilan Negeri.

                 Dengan Beberapa Tawaran program tersebut, Fakultas Syari’ah dan Ilmu Hukum (FASIH) IAIN Tulungagung berusaha untuk memberikan bekal kemampuan kepada mahasiswa agar dapat melakukan perubahan (agent of change), pengembangan (agent of development), dan inovasi (agent of innovation)  dalam meningkatkan mutu para sarjananya. Juga merespon secara riil terhadap meriahnya pertumbuhan lembaga-lembaga hukum dan lembaga keuangan syariah di Indonesia, yang membutuhkan sumberdaya manusia yang memiliki kompetensi di bidang hukum syariah pada jenjang Sarjana. Oleh karena itu, keberadaan Fakultas Syari’ah IAIN Tulungagung diharapkan akan mampu mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dan handal dalam bidang Hukum Islam.

                Demikian sekilas sambutan saya, semoga dapat memberikan gambaran tentang idealisme akademik dari seorang anak bangsa yang selalu ingin mengabdi untuk kebaikan umat islam di manapun berada. Untuk itu mari kita bersama-sama membesarkan fakultas syari’ah dan ilmu Hukum IAIN Tulungagung ini, semoga generasi-generasi muslim yang akan dating selalu siap dengan dinamika masyarakat dan dinamika ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentunya dengan ridlo Allah Swt dan doa semua umat Islam.

Wa Al-Salamu ’Alaikum Wr. Wb

Dr. H. Asmawi, M.Ag